CBR250RR Kelamaan Muncul, Honda Minta Maaf

Sekian lama Honda menjadi bulan-bulanan merek lain di segmen sport 250 cc. Terlebih saat merek dengan logo sayap mengepak ini masih bertahan dengan CBR250R mesin 1-silinder (impor pula), sementara Kawasaki sudah kokoh dengan Ninja 250, dan Yamaha menyusul dengan R25.

Dalam hal ini, Honda kerap dicemooh bahkan ”di-bully” di media sosial oleh para penggemar fanatik merek kompetitor. Mulai dari sisi teknologi, mesin, desain, sampai harga. Situasi ini bikin panas kuping manajemen, dan akhirnya muncullah All New CBR250RR yang diklaim jauh lebih dahsyat.

Ternyata riset serta tarik ulur untuk mengejar ketertinggalan tidaklah sebentar. Toshiyuki Inuma, Presiden Direktur PT Astra Honda Motor (AHM), dalam peluncuran CBR250RR di Jakarta, (25/7/2016), mengatakan bahwa perubahan untuk kategori supersport 250 cc sudah dipikirkan sejak lama.

”Kami butuh waktu untuk kemudian mempertimbangkan, apakah model 250 cc terbaru tetap menggunakan single atau twin cylinder engine. Kalau pun twin, pakai pararel atau lainnya. Itu membutuhkan pemikiran cukup panjang,” kata Inuma.

Pertimbangan kompeherensif juga dilakukan Honda Indonesia dan Jepang, bahwa sepeda mtoor tak hanya unggul di sisi performa, tetapi juga soal desain yang harus mendobrak pakem, bahkan sampai pemikiran tentang biaya produksi.

”Kami ungkapkan penyesalan dan permintaan maaf untuk konsumen yang sudah menunggu selama ini. Tetapi kami meyakinkan kepada semua, bahwa penantian yang lama bisa dijawab dengan model yang melampaui harapan, dan kami berjanji (produk ini) tidak akan mengecewakan,” ucap Inuma.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s